Pengaman Motor Dengan Sensor Sentuh Ganda

Pada Pengaman Sepeda Motor dengan Sensor Sentuh, kita telah membuat sebuah mekanisme agar relay aktif jika sensor disentuh dan tetap aktif walaupun tangan telah dilepaskan dari sensor. Dengan sebuah sensor saja sebenarnya pengamanan motor sudah cukup bagus. Akan tetapi terkadang orang suka berlebihan dalam bertindak. Oleh karena itu, ada yang menganggap bahwa pengamanan akan menjadi lebih ampuh jika sensornya ada dua, dan kedua sensor harus disentuh secara bersamaan agar relay bisa aktif.

Untuk menambah jumlah sensor sebenarnya bukan hal yang sulit. Anda cukup menambahkan transistor PNP untuk diseri dengan Q2 dalam memberikan arus untuk basis Q1.

Dua sensor sentuh

Dua sensor sentuh. Klik untuk memperbesar.

Perhatikan bahwa kita hanya membuat rangkaian pada Q2 menjadi dua kali dengan bentuk yang sama persis, kemudian menyusunnya secara seri.

Dengan cara yang sama, Anda juga bisa menambah jumlah sensor menjadi tiga, atau bahkan empat. Silakan mencoba :!:

Apakah Anda menyukai post ini? Mengapa tidak memberikan komentar di bawah dan melanjutkan perbincangan, atau berlangganan my feed dan dapatkan artikel semacam ini yang dikirm secara otomatis feed reader Anda.
Harap diperhatikan bahwa komentar atau pertanyaan yang disampaikan haruslah sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Komentar atau pertanyaan yang tidak sesuai dengan topik akan kami hapus :!:

52 Komentar
  1. model gitu bisa ya mas.? kalao gak salah Q2kan OFF terus tengangan yang mensuply Q3 dari mana ya ?

    • Makanya kedua sensor itu harus disentuh pada saat yg bersamaan, dan itulah tujuannya. Relay hanya akan aktif jika kedua sensor disentuh secara bersamaan.

  2. Rangkaian yang sangat bagus…sangat sederhana, apakah rangkaian ini tidak akan eror apabila sensor sentuhNya terkene air hujan.kan scr logika bs aktif saat disentuh karena tubuh manusiaa bersifat konduktif, apalagi air hujan yg sifat konduktif…

    • @fitri: Jika sensor tersebut terkena air hujan kemudian air itu merembet sampai menyentuh chasis, tentu saja secara otomatis relay akan aktif tanpa kita harus menyentuhnya terlebih dahulu. Makanya penempatan sensor harus diperhitungkan.

    • kl dmikian justru lbh mdh dcuri dong…dan sngt tdk efektif dlht dr cara krjany….lbh baik rangkaian yg pertama z.sebenarnya kita bisa menggunakan hanya 1 relay dan 1 saklar mini z untuk membuat alarm anti maling untuk sepeda motor kita.relay yang digunakan untuk itu adalah relay yang memiliki 2 atau lebih saklar didalamnya.fungsi dari saklar2 pada relay tersebut adalah sebagai pemutus dan penghubung.
      Pemutus : hubungan +CDI ke +Kontak(CDI DC) dan hubungan Spul ke CDI(CDI AC)
      Penghubung : Klakson ke +batre(honda) atau -klakson ke body motor(yamaha).
      saklar mini sebagai pemutus tegangan +batre ke relay.
      untuk lebih jelas bs email ke r_mail28@yahoo.co.id

    • Seperti yang sudah saya tulis di bagian paling atas, bahwa terkadang ada orang yang suka berlebihan dalam bertindak. Sehingga akan menganggap bahwa jika hanya satu sensor maka masih mudah dicuri. Dan dengan dua buah sensor yang harus disentuh secara bersamaan, maka ini menjadi lebih sulit untuk ditemukan. Dan konsekuensinya adalah kita sendiri juga menjadi lebih repot. Tapi hal ini adalah pilihan.

  3. lah..terus bisa nyaklar brp lama tuh basis?…Q2, Q3 dst?…
    ini saklar on kan?…

    • Setelah, sensor disentuh, maka semua Q akan tetap on sampe kunci motor dimatikan lagi. lihat penjelasannya di Pengaman Sepeda Motor dengan Sensor Sentuh.

    • wah kl gini cara krjny motorny bs di tuntun/dsorong dong ma maling karena kl kunci kontak dimatikan alarm ikut mati…lebih efektif lagi klu kita buat alarm tetap on walaupun k kontak dimatikan,untuk mematikannya hanya pemiliknya z yg tau…kita bs gunakan saklar kecil seperti komentar aq di atas.

    • Alarm ikut mati? Rangkaian ini bahkan tidak ada alarmnya. Hanya pengaman agar tidak bisa dinyalakan sebelum sensor disentuh.

  4. mo nanya pak…dulu saya pernah memasang rangkaian ini dimotor saya, tapi setiap setelah nyuci motor atau kena air, sensornya mesti jadi netral, padahal saya meletakkan sensornya disebuah baut yang jauh dari chasis, yang sepertinya airnya tidak mungkin merambat ke chasis karena area disebelahnya plastik semua…kenapa ya pak…

    • maksudnya netral gimana ya? apa jd off lg atau justru on terus tanpa disentuh dulu? klo kejadiannya selalu setelah dicuci atau kena air, pasti masalahnya adalah ada bagian yg terkena air, entah dimana. mungkin memang di ujung sensor tidak terkena air, tp siapa tau ada bagian kabel yg terbuka yg terkena air. perlu dilakuakan inspeksi menyeluruh :D

  5. bozZ… sy udah rakit sesuai gambr dan nilai komponen nya, tp sensor sy sentuh satu tetap on, componen ap yg brmasalah..?

    • apa kedua sensor tersebut mengalami perlakuan yang sama? artinya jika cuma sensor 1 saja yang disentuh terus on, demikian juga dengan jika disentuh sensor 2 saja juga terus on? kedua rangkaian tersebut sebenernya kan identik, jadi coba dulu rangkaian tersebut satu satu, agar seperti pada rangkaian dengan sensor tunggal. jika kedua-duanya sudah berfungsi dengan benar tetapi setelah digabung tetap bisa di-on-kan hanya dengan menyentuh 1 sensor saja, coba teliti lagi siapa tau bagian sensor 1 dan sensor 2 ada yang saling terhubung, jadi hanya dengen menyentuh 1 sensor saja seperti menyentuh dua duanya.

  6. oke… trims bnget, cukup dimengrti. ad yg laen lagi gk neh, bila prlu ane maen krumah ente mencari ilmu ampe mati…

  7. wah bisa di coba nie boz,thx infonya

  8. ada rangkaian yang laen ga..?yang bikin kunci rahasia ato bikin lampu blitz kayak di pesawat tuw…& tengkiyu yaw…

  9. mau pesen saklar sentuh kirim ke semarang bisa bos???
    mau saya contoh rangkaiannya…thx

  10. mas seandainya rangkaian ga mendapat arus + accu,motor bisa di nyalain seperti biasa ga?
    trus kalau mau netralin rangkain pada saat motor mau di servis,bagian mana yg di putus.
    makasih mas…

    • @ Dian
      Bisa tanpa accu, yaitu dengan cara memegang sensor sambil melakukan starter. Dengan cara seperti ini, rangkaian akan mendapatkan arus dari proses starter. Starter hanya mungkin dengan kick starter kan? Kalau mau dibawa ke bengkel, biar tidak menyusahkan montirnya, tinggal dikasih kabel dari sensor lalu sambungkan ke body motor.

  11. saya bikin model yg lalu takpasang di beat yg notabene dc ignition,kok waktu kunci kontak on langsung dobel starter hidup yo?

    • @ Win
      Coba dulu rangkaiannya sebelum dipasang. Apakah relay sudah bekerja dg benar? Maksudnya, apakah relay baru ON setelah sensor disentuh atau relay sudah ON sebelum disentuh? Jika relay sudah ON sebelum disentuh, artinya rangkaiannya belum benar.

  12. langsung aj pakde…ak dah buat alat seperti d atas, tp kok waktu jalan motor ndut ndutan,kayaknya relay kurang kuat tertarik ke ground, solusinya gmn pakde…maturnuwun.

  13. Mas kenapa yah saya udah coba tapi sensornya terlalu sensitif banget jadi keseringan langsung on sampe udah beberapa kali ganti, gimana solusinya?

    • @Eso: coba buat dulu yg sensornya 1 aja. untuk mengurangi kepekaan, coba kasih resistor yg diparalel dg C1. coba dari nilai 1M, trus diturunin sampe mendapatkan kepekaan yg sesuai seleramu. coba jg untuk menambah nilai C1 menjadi 10n.

    • makasih jawabannnya, tar saya coba dulu semoga oke!

  14. mas gimana klo di tambahai sirene yg aktif 10 detik nyala jika 2 senser tak di sentuh, dan anda punya skema rangkaian pemancar FM sederhana yang pemicunya dari motor yg di curi tanpa menaktifkan sensor, mtr di tutun dulu jauh dr si empunya, baru motor di utak atik ama maling, tapi si empunya tahu kalo motor di curi meski di tutun dulu,makasih

  15. Bos gimana kalau dibalik Bos, waktu kunci kontak on relay juga on dan waktu disentuh relay off sehingga rangkaian gak kerja waktu mesin nyala maaf masih awam elektronika, makasih

    • boleh saja sih begitu, tp menurutku sih tidak ada ruginya klo rangkaian bekerja saat mesin nyala.

    • tp kayaknya ada keuntunganya pak kalau di balik.
      jika posisi mesin hidup alarm mati,tp jika mesin mati alarm hidup.
      mungkin keuntunganya pd saat berkendara ga takut mesin mati gara2 rangkain mati,hehe…
      tp mungkin kelemahanya harus ga lupa nyalain alarnya jika matiin mesin ya pak.

      mf cuma perkiraan saya aja,hehe

  16. ni melakukan sentuhan nya bisa kita kasih ke baut atau tidak???
    mohon infonya,,
    sebab saya pernah pengaman sentuh..

    • tentu saja bisa dipasang ke baut dg catatan baud itu tidak terhubung ke chasis motor, jd baut yang hanya menempel pada plastik2nya saja

  17. mas, apabila sensornya d sentuh, bisa mati secara otomatis gag?

    • setelah sensor disentuh, rangkaian akan terus on sampe kita mematikan dari kunci. setelah dimatikan dari kunci, berarti kita harus menyentuh lagi.

  18. top, top top!
    nyesel baru tw banyak ilmu di sini!
    trims!

  19. Pak Sulhan, saya sudah membuat rangkaian sensor yang di link ini http://www.sulhansetiawan.com/pengaman-sepeda-motor-dg-sensor-sentuh dan sudah saya aplikasikan di motor saya.
    Hasilnya sangat memuaskan dan bermanfaat.
    semoga ilmu ini juga bermanfaat buat saudara-saudara yang lain.
    untuk rangkaian sensor+alarm dan sensor ganda, saya belum sempat mencoba untuk membuatnya.
    terimakasih banyak telah bagi-bagi ilmunya pak..

  20. langsung aja bos, bisakah di buatkan pengaman yg di kombinasi mesin motor bisa hidup tetapi kalau gigi masuk, mesin mati lagi bila sensor belum di sentuh, tolong sekalian gambar rangkaian ke motornya. krn sy biasa manasin mesin dulu sebelum berangkat. tks

  21. mas sy udh buat saya psng di mio bagus,tapi sensor suka mati sendiri ,apa nya tuh mas?

    • Sensor suka mati sendiri, bagaimana maksudnya? Apa relay kembali off padahal sensor sudah disentuh? Jika iya, coba tambahkan elco dan dioda seperti pada rangkaian Menambah Alarm untuk Pengaman Motor dengan Sensor Sentuh

    • ia mas,..pada saat motor jalan relay suka off sediri,setelah sensor di sentuh relay on tapi jalan jarak 1/2 – 1 kilomet of lagi dan hrus di sentuh lagi,….(terutama pada kecepatan tinggi).

    • Kasus agus persis sama dengan mio saya. itu karena kontak relay (5Ampere)tidak mampu di aliri arus sehingga panas, dan sedikit sj kontak terbuka maka rangkaian akan off sendiri.
      solusinya : 1. besarin kemampuan relaynya tetapi fisiknya jg jd besar. atau
      2. rubah cara penyambungannya di CDI :
      untuk kontak 12 V ke kabel CDI warna coklat.
      pada relay kontak 1 & 4 di hubungkan ke kabel CDI warna putih (pulser) & ke ground,
      cara kerjanya saat pulser terhubung ke body mesin tdk bisa hidup, saat sensor di sentuh maka kontak 1 & 4 akan terbuka dan mesin bisa di hidupkan jadi kontak relay sama sekali tidak dialiri arus.
      demikian smg bisa membantu.

  22. om Sulhan, saya udah coba bikin yang satu sensor sentuh, kendala terbesarnya soal sensitivitas (suka nyala sendiri). udah coba bermacam2 kombinasi komponen, saya simpulkan yang paling besar pengaruhnya sepertinya mengganti capacitor C1. tapi itupun sepertinya kadang tidak stabil, dengan capacitor yg cukup besar (sampai rangkaian tidak nyala sendiri, sekitar 10 nF atau 20 nF) kadang disentuh bisa nyala, tapi kadang jg tidak nyala.

    akhirnya saya coba rangkaian dua sensor sentuh diatas, harapannya bisa mengatasi masalah sensitivitas tadi. nah yang saya bingung walaupun sensor sentuh belum dipegang sama sekali, kenapa di emiter Q3/koletor Q2 bisa ada tegangan ya? seakan2 Q2 sudah on dan terkunci gitu. bukannya harusnya kalo sensor 1 belum dipegang Q2 belum ON? dan bukannya kalau sensor 1 sudah dipegang pun (tanpa menyentuh sensor 2), tapi kalau dilepas lagi harusnya Q2 tidak terkunci ON? ini seakan2 Q2 langsung ON dan terkunci.

    • Betul, seharusnya di kolektor Q2 masih belum ada tegangannya sebelum sensor disentuh. Dan tidak akan terkunci jika menyentuhnya tidak bersamaan. Apakah sudah dicoba membuang dioda 1N4148 yang diseri dengan resistor 100K, dan menggunakan resistor 100K ini sebagai pengganti resistor yang 1M? (Rangkaian D1N4148+R100K+R1M diganti hanya menjadi sebuah R100K saja)
      Coba juga yang ini, menggunakan kode penyalaan lampu riting.

    • tadi saya coba ganti masing2 kapasitor dengan 100 nF, kayanya gejala aneh sebelumnya yg Q2 langsung ON itu ga ada, tapi ganti gejala kalo sekarang kalau salah satu sensor disentuh (bukan dua2nya) rangkaian langsung ON semua.

      saya curiga apa tegangan di emiter Q3 sempat naik sesaat jadi lebih tinggi dari base nya, jadi Q3 langsung ON. tapi saya pasang capacitor 10 nF disitu tetep aja. bingung saya om hihihi :D

      kalo R2+D2+R4 diganti jadi satu R 100K gitu tujuannya gimana om?
      tadinya saya ngira nilai R2 sengaja dibuat besar dibanding R4 supaya arus yg disupply lewat R2 ke base Q2 lebih kecil dibanding arus yg ditarik lewat R4 dari base?

    • Saat pertama rangkaian dinyalakan, Q1 masih OFF, dan kolektornya masih terhubung ke positif melalui relay. Jadi bisa dikatakan bahwa kolektor itu positif karena resistansi relay tergolong sangat kecil. R2 yang bernilai 1M menarik basis Q2 dengan lemah ke arah positif untuk mempertahankan Q2 tetap OFF. C1 juga digunakan untuk menjamin Q2 tetap OFF pada saat pertama rangkaian mendapatkan arus. Dengan nilai R2 yang besar, maka untuk mengaktifkan Q2 menjadi ringan. R4 yang bernilai 100K digunakan untuk menarik lebih kuat ke arah ground dengan lebih kuat untuk mempertahankan Q2 tetap ON manakala Q1 telah ON.
      Jadi kenapa rancangan awal dibuat demikian adalah agar Q2 lebih sensitiv saat sensor disentuh, dan lebih kuat dalam pengunciannya. Tetapi karena ternyata dengan rancangan tersebut sensor menjadi terlalu sensitif, maka kita bisa mencoba mengurangi kesensitivannya dengan menarik basis Q2 dengan lebih kuat ke arah positif, yaitu dengan resistor hanya sebesar 100K. Dan karena nilai ini sama dengan nilai yang digunakan untuk melakukan pengunciannya, maka tidak diperlukan resistor yang berbeda yang hanya akan bekerja manakala Q1 telah ON melalui dioda. Jadi, buang saja diodanya, dan gunakan hanya sebuah resistor saja.

  23. mas saya belum mengerti nih… yang tulisan sensor kan r100k… tuh apa harus di gabung ke ground sasis … makasih mas mohon di jelas kan

  24. nah, ni kayaknya ada aktifitas tanya jawabnya,.. biar terakhir dijawab ttg 4 September 2013 @ 9:17 PM
    moga moga aja 2014 masih dapet baian jawaban nih : mondar mandir orang cuma pada pasang doang tp ga ada aktifitas tanya jawab penjelannya…

    ok, jadi gini mas…!
    kalo pada rangkaian diatas, secara garis besar rangkain tersebut berfungsi untuk menggerakan atau meng-on kan relay dalam arti pada saat rangkaian di nyalakan (diberi arus) kondisi relay masih pada posisi normal (off) dan memerlukan sentuhan untuk meng-on kan relay.
    saya udah binkin dan berhasil,. cuma saya amati relay cepat panas, dan saya pikir kekuatan ada pada seberapa lama relay bertahan on dalam kondisi panas. karna kita sendiri juga tidak pernah akan tau sejauh mana lama kita akan menyalahan motor (menahan relay tersebut on)

    setelah itu saya coba berfikir sebaliknya mas, bagemana kalo kita bikin sebalaiknya, pada saat rangkain itu diberi arus, relay on dan perlu sentuhan untuk mematikan relay, saya udah coba cari artikel belum ketemu, mungkin disni bisa kasih solusi buat saya..
    sebelumnya trimakasih.
    ditunggu penjelasanny, boleh di sini boleh ke : ieisch_mymail@rocketmail.co

    salam… n makasih.

    • Sebenarnya kalau tegangan kelistrikannya tidak terlalu tinggi, maka relay tersebut tidak akan panas. Mungkin panas karena tegangan saat sepeda motor berjalan terlalu tinggi, jadi yang diperlukan adalah membetulkan sehingga tegangannya normal. Bukan hanya karena membuat relay menjadi panas, tapi jika tegangannya terlalu tinggi juga akan membuat aki cepat rusak. Tetapi jika memang ingin membuat relay aktif saat pertama dinyalakan dan mati justru setelah sensor disentuh, yang perlu dilakukan adalah menambah sebuah transistor lagi untuk membalik keadaan. Jadi, lepaslah relay dan dioda D1, dan gantikan dengan resistor 22K. Tambahkan sebuah transisor C9013 dengan menghubungkan basisnya ke kolektor Q1, kemudian menyambung emitornya ke Ground (gabungkan dengan emitor dari Q1), kemudian menggunakan kolektornya untuk mengendalikan relay. Penyambungan relay dari kolektor transistor ini tepat sama dengan penyambungan yang asli pada Q1.

    • Benar sekali, relay SPDT/DPDT tidak akan panas/kebakar apabila “panas karena tegangan saat sepeda motor berjalan terlalu tingg” saya asang di vixion mas, tau sendiri baha jog panasnya kaya apa kalo lagi jalan lambat/macet, maknya bisa amek kebakar.
      karna, posisi ON motor adalah hasil kerja Relay yg didorong saklar setelah kita setuh, alaian ON motor ON relay. sementara relay Off (RUSAK) maka motor ga bakalan bisa ON.
      Sebarapa tahan lama itu relay dalam keadaan ON tidak bisa ditebak, sementara mungkin akan kuatan motor menyala atau kuatan lama kitanya naik motor.

      Kalo bisa, nih kasih usul… Relay Bekerja (ON) adalah Lock Motor biar motor dlam keadaan ON kontak atau OFF kontak, dan setelah kita sentuh, sentuhan saklar adalah meng OFF kan relai (netral) jadi OFF relay ON mesin Motor,.. Begitu.

      Sembari menunggu saya juga lagi utak utik Mas bro.. akali pikirin ama otakin, biar bisa ketemu seperti apa yg saya cari. sambil cari cari artikel di interet. sementara ini saya tesr rangkaian pake program Livewire1.11Pro.
      nah barangkali temen temen ada yg pingin belajar nih saya kasih link mya :
      http://www.4shared.com/rar/ylQZ7sFSba/skematicelextro.html
      dan untuk bikin layout PCB nya :
      http://www.4shared.com/rar/Fd5IGWPfce/skematicelextro350.html

      Ok sekian mAs bro.. makasih sbelumnya,..
      bersambung…………….

    • Mas dengan menggantikan dengan resistor 22K. Tambahkan sebuah transisor C9013 dengan menghubungkan basisnya ke kolektor Q1, kemudian menyambung emitornya ke Ground (gabungkan dengan emitor dari Q1), kemudian menggunakan kolektornya untuk mengendalikan relay. Penyambungan relay dari kolektor transistor ini tepat sama dengan penyambungan yang asli pada Q1.

      asaya udah coba ko ga bisa yaa.. bisa bikin skemanya..

Tinggalkan komentar

Sebelum membuat komentar, pastikan Anda telah membaca komentar-komentar sebelumnya. Jangan membuat pertanyaan yang telah ditanyakan. Perhatikan pula link-link dalam artikel. Lihatlah link tersebut sebelum membuat pertanyaan, karena mungkin penjelasan dari pertanyaan Anda telah di jawab dalam link tersebut.

Komentar yang tidak mengikuti aturan ini akan dihapus!

(wajib)

(wajib)



× delapan = 16

Beritahu saya melalui email jika ada balasan komentar di artikel ini. Anda juga dapat berlangganan tanpa harus memberi komentar.